Penerapan Permainan Tradisional Lompat Kodok untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 5–6 Tahun

Authors

  • Hidayati Universitas Negeri Padang
  • Syahrul Ismet Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.59632/sjpp.v4i1.848

Keywords:

Permainan Tradisional, Lompat Kodok , Kemampuan Berhitung , Anak Usia 5–6 Tahun

Abstract

Kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun di Taman Kanak-kanak Harapan Ite belum berkembang secara optimal, terutama dalam mengenal lambang bilangan, menyebutkan urutan bilangan, menghitung jumlah, dan menghubungkan lambang bilangan dengan jumlah yang sesuai. Kondisi tersebut berkaitan dengan pembelajaran yang masih didominasi penjelasan dan lembar kerja serta belum banyak melibatkan kegiatan bermain dan gerakan tubuh. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun melalui penerapan permainan tradisional lompat kodok. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok B. Penelitian dilaksanakan melalui pra-siklus dan dua siklus tindakan. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian kinerja, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase ketercapaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik meningkat dari 0% pada pra-siklus menjadi 50% pada siklus I dan 100% pada siklus II. Permainan lompat kodok membantu anak mengenal lambang bilangan, membilang secara berurutan, menghitung jumlah lompatan, dan mencocokkan jumlah dengan lambang bilangan. Dengan demikian, penerapan permainan tradisional lompat kodok dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui pembelajaran yang konkret, aktif, dan menyenangkan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Angeli, C., & Georgiou, K. (2023). Investigating the effects of gender and scaffolding in developing preschool children’s computational thinking during problem-solving with Bee-Bots. Frontiers in Education, 7, Article 757627. https://doi.org/10.3389/feduc.2022.757627

Bruner, J. S. (1966). Toward a theory of instruction. Harvard University Press.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Febrianti, R., Rahmawati, N. D., & Wati, C. E. (2024). Pengaruh media katak lompat terhadap hasil belajar siswa pada materi pengurangan kelas 1 sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 8(2), 1357–1366. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i2.7259

Fitria, A. (2024). Analisis permainan tradisional lompat kodok terhadap perkembangan sosial emosional siswa kelas 1 SDN 06 Ujan Mas [Skripsi sarjana, Institut Agama Islam Negeri Curup]. https://e-theses.iaincurup.ac.id/7376/

Juwita, N. R., & Setiawan, B. (2025). Pengembangan media pembelajaran berbasis permainan katak lompat untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 304–316. https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.33755

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-4560-67-2

Kurniati, E. (2025). Teori sosiokultural Vygotsky untuk anak usia dini. Jurnal Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 19–24. https://putrapublisher.org/index.php/jspaud/article/view/703

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mills, G. E. (2021). Action research: A guide for the teacher researcher (6th ed.). Pearson.

Nurdin, M. (2018). Metode pembelajaran dalam pengoptimalan perkembangan golden age anak usia dini di TK Bianglala Yogyakarta [Skripsi sarjana, Universitas Islam Indonesia]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/9926

Putri, N. E., & Damri, D. (2020). Efektivitas permainan lompat katak untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar bagi siswa tunagrahita ringan. Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 16(2), 120–125. https://doi.org/10.32939/tarbawi.v16i2.639

Setiawan, M. A. (2017). Belajar dan pembelajaran. Uwais Inspirasi Indonesia.

Suminah, E., Siantayani, Y., Paramitha, D., Ritayanti, U., & Nugraha, A. (2018). Pedoman penilaian pembelajaran pendidikan anak usia dini. Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. https://paudpedia.kemendikdasmen.go.id/uploads/pdfs/TINY_20220705_191430.pdf

Sutriana, H. (2023). Pengaruh metode permainan lompat kodok terhadap hasil belajar siswa kelas IV sekolah dasar [Skripsi sarjana, Universitas Swadaya Gunung Jati]. https://eprints.ugj.ac.id/id/eprint/644/

Tamara, R. (2022). Filosofi Montessori. Bentang Pustaka.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Widodo, H. (2020). Dinamika pendidikan anak usia dini. Alprin.

Wood, D., Bruner, J. S., & Ross, G. (1976). The role of tutoring in problem solving. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 17(2), 89–100. https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.1976.tb00381.x

Yosinta, S. I., Nasirun, M., & Syam, N. (2016). Meningkatkan motorik kasar melalui permainan tradisional lompat kodok. Jurnal Ilmiah Potensia, 1(1), 57–61. https://doi.org/10.33369/jip.1.1.57-61

Published

30-06-2026

Scite_ Smart Citation

Dimensions Citation

How to Cite

Hidayati, & Ismet, S. (2026). Penerapan Permainan Tradisional Lompat Kodok untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 5–6 Tahun. SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(1), 166–180. https://doi.org/10.59632/sjpp.v4i1.848

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.