Religiusitas dalam Tiga Puisi A. Musthofa Bisri pada Antologi Negeri Daging: Hermeneutika Paul Ricoeur
DOI:
https://doi.org/10.59632/leksikon.v4i1.831Keywords:
Hermeneutika Paul Ricoeur, Religiusitas , Puisi , Makna Simbolik, MetaforaAbstract
Religiusitas dalam puisi tidak selalu dinyatakan melalui ajaran keagamaan secara langsung, tetapi dapat dibentuk melalui simbol, metafora, paradoks, dan struktur semantik yang membuka pengalaman spiritual serta refleksi moral. Penelitian ini bertujuan menginterpretasikan pembentukan makna religiusitas dalam puisi “Bismillah”, “Gelisahku”, dan “Jadi Apalagi” karya A. Musthofa Bisri berdasarkan hermeneutika Paul Ricoeur. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan sumber data primer antologi Negeri Daging terbitan DIVA Press tahun 2020. Data berupa kata, frasa, larik, bait, pengulangan, simbol, metafora, paradoks, dan kontradiksi semantik dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Analisis dilakukan melalui pemahaman literal, identifikasi ketegangan semantik, interpretasi kelebihan makna simbolik, validasi berdasarkan koherensi internal teks, dan apropriasi terhadap dunia yang dibuka puisi. Hasil penelitian menunjukkan tiga dimensi religiusitas. “Bismillah” merepresentasikan kesadaran spiritual yang menyertai seluruh aktivitas dan mendorong penyebaran kasih kepada sesama. “Gelisahku” menunjukkan transformasi kegelisahan eksistensial menjadi kesadaran untuk kembali mendekat kepada Tuhan. “Jadi Apalagi” menghadirkan religiusitas sosial-kritis melalui kritik terhadap hilangnya substansi moral, keadilan, kemanusiaan, dan nilai ketuhanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa religiusitas dalam ketiga puisi mencakup pengalaman spiritual, pergulatan eksistensial, tanggung jawab etis, dan kepedulian sosial yang dibentuk melalui mekanisme simbolik dan metaforis teks.
Downloads
References
Bisri, A. M. (2020). Negeri daging. DIVA Press.
Dirman, R., Syukur, L. O., & Balawa, L. O. (2019). Analisis struktur puisi dalam kumpulan puisi “Aku Ini Binatang Jalang” karya Chairil Anwar. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 4(2), 331–340. https://doi.org/10.36709/jb.v4i2.10743
Fithri, W. (2014). Kekhasan hermeneutika Paul Ricoeur. Tajdid: Jurnal Ilmu Keislaman dan Ushuluddin, 17(2), 187–211. https://doi.org/10.15548/tajdid.v17i2.125
Fitri, A., & Humaira, M. A. (2022). Analisis moral dan psikologis pada puisi “Ibu” karya KH. Mustofa Bisri. Karimah Tauhid, 1(4), 502–515. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v1i4.7908
Isnaini, H. (2021). Konsep memayu hayuning bawana: Analisis hermeneutika pada puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 11(1), 8–17. https://doi.org/10.23969/literasi.v11i1.2849
Isnaini, H., & Lestari, R. D. (2022). Hawa, taman, dan cinta: Metafora religiositas pada puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra, 2(2), 64–77. https://doi.org/10.24014/gjbs.v2i2.16582
Kadir, H. (2010). Analisis struktur puisi “Kita Adalah Pemilik Syah Republik Ini” karya Taufik Ismail. Jurnal Inovasi, 7(2), 33–51. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JIN/article/view/782
Mahmudi, C., & Yunianta, R. D. (2022). Nilai-nilai pendidikan nasionalis religius dalam buku Negeri Daging: Kumpulan puisi karya KH. A. Mustofa Bisri. An-Nur: Jurnal Studi Islam, 14(2), 233–254. https://doi.org/10.37252/annur.v14i2.367
Mulyana, T. (2017). Muslim kelas menengah dalam tiga puisi Mustofa Bisri. Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra, 10(1), 73–84. https://doi.org/10.26610/metasastra.2017.v10i1.73
Nur, M. (2025). Analisis gaya bahasa pada puisi “Nasihat Ramadhan (Buat Mustofa Bisri)” karya Mustofa Bisri: Kajian stilistika. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(1), 1–14. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/13327
Nurhayati, A., & Nafisah, L. (2022). Kritik sosial dalam antologi puisi Negeri Daging karya Mustofa Bisri. Jurnal Peneroka, 2(2), 251–263. https://doi.org/10.30739/peneroka.v2i2.1584
Prasetyo, E. Y., & Hermansah, T. (2023). Religiusitas puisi “Penyatuan” karya Abdullah Wong: Kajian metafora dan simbol perspektif hermeneutika Paul Ricoeur. Komunika, 10(1), 60–71. https://doi.org/10.22236/komunika.v10i1.10079
Puspita, O. W. (2022). Materi nilai profetik pada karya A. Mustofa Bisri. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 10(2), 64–71. https://doi.org/10.30659/jpbi.10.2.64-71
Ricoeur, P. (1976). Interpretation theory: Discourse and the surplus of meaning. Texas Christian University Press.
Ricoeur, P. (1978). The metaphorical process as cognition, imagination, and feeling. Critical Inquiry, 5(1), 143–159. https://doi.org/10.1086/447977
Santoso, N. A., Darni, & Pairin, U. (2021). Religiusitas dalam kumpulan puisi Jawa modern Sangarepe Ka’bah karya Nyitno Munajat. Jurnal Education and Development, 9(2), 265–272. https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/2566
Susilawati, D. (2018). Antologi puisi Tadarus karya A. Mustofa Bisri: Kajian hermeneutik (The poetry anthology of Tadarus by A. Mustofa Bisri: Hermeneutics analysis). Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya, 7(2), 275–292. https://doi.org/10.20527/jbsp.v7i2.4427
Triambada, M. B. A., & Wulandari, Y. (2023). Religiusitas dalam puisi berjudul “Surat dari Ibu” dan puisi “Ibu”: Kajian sastra bandingan. Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 3(2), 135–141. https://doi.org/10.22515/tabasa.v3i02.4836
Tussaadah, N., Sobari, T., & Permana, A. (2020). Analisis puisi “Rahasia Hujan” karya Heri Isnaini dengan menggunakan pendekatan mimetik. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(3), 321–326. https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/parole/article/view/4250
Ulya, C., & Wardani, N. E. (2020). Nilai pendidikan antikorupsi dalam puisi karya Ahmad Mustofa Bisri. Indonesian Language Education and Literature, 5(2), 147–159. https://doi.org/10.24235/ileal.v5i2.5302
Wachid B.S., A. (2019). Intensi profetik dan lokalitas dalam puisi A. Mustofa Bisri. IBDA’: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 17(2), 242–255. https://doi.org/10.24090/ibda.v17i2.3240
Downloads
Published
Scite_ Smart Citation
Dimensions Citation
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aurelia Sarah Gunawan, Najma Kamila Safithri, Amanda Maharani Asmar, Mefta Maudia, Atiqotul Fitriyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya menyetujui ketentuan berikut: Hak cipta atas artikel apapun pada LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis mengakui bahwa LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya berhak sebagai jurnal yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya.
- Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku.




