Makna Simbolis Tingkuluak dalam Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat Jorong Balai Dama Kabupaten Solok

Authors

  • Indah Fatika Syuhada Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Mutia Kahanna Institut Seni Indonesia Padangpanjang

DOI:

https://doi.org/10.59632/leksikon.v4i1.921

Keywords:

Makna Simbolis, Tingkuluak, Kehidupan Sosial, Budaya Minangkabau, Jorong Balai Dama

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna simbolis tingkuluak dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Jorong Balai Dama, Kabupaten Solok. Tingkuluak bukan sekadar penutup kepala, melainkan warisan leluhur Minangkabau yang menyimpan nilai-nilai kearifan lokal dan mencerminkan nilai sosial serta budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan simbol yang terkandung dalam tingkuluak serta peranannya dalam mempererat kehidupan sosial dan menjaga kelestarian budaya masyarakat Jorong Balai Dama, Kabupaten Solok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori Makna Simbolis Clifford Geertz dan teori Fungsionalisme Struktural Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkuluak memiliki makna simbolis sebagai simbol persaudaraan dan gotong royong, kepatuhan terhadap aturan adat, serta kebersamaan. Tingkuluak juga menjadi jati diri masyarakat Jorong Balai Dama dan berperan dalam memperkuat solidaritas sosial. Selain itu, keberadaan dan penggunaan tingkuluak dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya menunjukkan bahwa warisan budaya tersebut masih memiliki peranan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkuluak relevan untuk dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari keberlanjutan budaya masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bisri, A. M. (2020). Negeri daging. DIVA Press.

Dirman, R., Syukur, L. O., & Balawa, L. O. (2019). Analisis struktur puisi dalam kumpulan puisi “Aku Ini Binatang Jalang” karya Chairil Anwar. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 4(2), 331–340. https://doi.org/10.36709/jb.v4i2.10743

Fithri, W. (2014). Kekhasan hermeneutika Paul Ricoeur. Tajdid: Jurnal Ilmu Keislaman dan Ushuluddin, 17(2), 187–211. https://doi.org/10.15548/tajdid.v17i2.125

Fitri, A., & Humaira, M. A. (2022). Analisis moral dan psikologis pada puisi “Ibu” karya KH. Mustofa Bisri. Karimah Tauhid, 1(4), 502–515. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v1i4.7908

Isnaini, H. (2021). Konsep memayu hayuning bawana: Analisis hermeneutika pada puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 11(1), 8–17. https://doi.org/10.23969/literasi.v11i1.2849

Isnaini, H., & Lestari, R. D. (2022). Hawa, taman, dan cinta: Metafora religiositas pada puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra, 2(2), 64–77. https://doi.org/10.24014/gjbs.v2i2.16582

Kadir, H. (2010). Analisis struktur puisi “Kita Adalah Pemilik Syah Republik Ini” karya Taufik Ismail. Jurnal Inovasi, 7(2), 33–51. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JIN/article/view/782

Mahmudi, C., & Yunianta, R. D. (2022). Nilai-nilai pendidikan nasionalis religius dalam buku Negeri Daging: Kumpulan puisi karya KH. A. Mustofa Bisri. An-Nur: Jurnal Studi Islam, 14(2), 233–254. https://doi.org/10.37252/annur.v14i2.367

Mulyana, T. (2017). Muslim kelas menengah dalam tiga puisi Mustofa Bisri. Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra, 10(1), 73–84. https://doi.org/10.26610/metasastra.2017.v10i1.73

Nur, M. (2025). Analisis gaya bahasa pada puisi “Nasihat Ramadhan (Buat Mustofa Bisri)” karya Mustofa Bisri: Kajian stilistika. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(1), 1–14. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/13327

Nurhayati, A., & Nafisah, L. (2022). Kritik sosial dalam antologi puisi Negeri Daging karya Mustofa Bisri. Jurnal Peneroka, 2(2), 251–263. https://doi.org/10.30739/peneroka.v2i2.1584

Prasetyo, E. Y., & Hermansah, T. (2023). Religiusitas puisi “Penyatuan” karya Abdullah Wong: Kajian metafora dan simbol perspektif hermeneutika Paul Ricoeur. Komunika, 10(1), 60–71. https://doi.org/10.22236/komunika.v10i1.10079

Puspita, O. W. (2022). Materi nilai profetik pada karya A. Mustofa Bisri. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 10(2), 64–71. https://doi.org/10.30659/jpbi.10.2.64-71

Ricoeur, P. (1976). Interpretation theory: Discourse and the surplus of meaning. Texas Christian University Press.

Ricoeur, P. (1978). The metaphorical process as cognition, imagination, and feeling. Critical Inquiry, 5(1), 143–159. https://doi.org/10.1086/447977

Santoso, N. A., Darni, & Pairin, U. (2021). Religiusitas dalam kumpulan puisi Jawa modern Sangarepe Ka’bah karya Nyitno Munajat. Jurnal Education and Development, 9(2), 265–272. https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/2566

Susilawati, D. (2018). Antologi puisi Tadarus karya A. Mustofa Bisri: Kajian hermeneutik (The poetry anthology of Tadarus by A. Mustofa Bisri: Hermeneutics analysis). Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya, 7(2), 275–292. https://doi.org/10.20527/jbsp.v7i2.4427

Triambada, M. B. A., & Wulandari, Y. (2023). Religiusitas dalam puisi berjudul “Surat dari Ibu” dan puisi “Ibu”: Kajian sastra bandingan. Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 3(2), 135–141. https://doi.org/10.22515/tabasa.v3i02.4836

Tussaadah, N., Sobari, T., & Permana, A. (2020). Analisis puisi “Rahasia Hujan” karya Heri Isnaini dengan menggunakan pendekatan mimetik. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(3), 321–326. https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/parole/article/view/4250

Ulya, C., & Wardani, N. E. (2020). Nilai pendidikan antikorupsi dalam puisi karya Ahmad Mustofa Bisri. Indonesian Language Education and Literature, 5(2), 147–159. https://doi.org/10.24235/ileal.v5i2.5302

Wachid B.S., A. (2019). Intensi profetik dan lokalitas dalam puisi A. Mustofa Bisri. IBDA’: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 17(2), 242–255. https://doi.org/10.24090/ibda.v17i2.3240

Published

30-04-2026

Scite_ Smart Citation

Dimensions Citation

How to Cite

Syuhada, I. F., & Kahanna, M. (2026). Makna Simbolis Tingkuluak dalam Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat Jorong Balai Dama Kabupaten Solok. Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 4(1), 70–80. https://doi.org/10.59632/leksikon.v4i1.921

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.