PENGARUH NUTRISI CAMPURAN DAUN KELOR, AIR BERAS DAN MEDIA TANAM ROCWOLL, SABUT KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) MENGGUNAKAN TEKNIK HIDROPONIK

Authors

  • Hory Iramaya Dilak
  • Mery Fahik
  • Melania Y Langko

Keywords:

Hidroponik, rockwoll, air beras, kelor

Abstract

Hidroponik adalah aktivitas pertanian tanpa menggunakan media tanah, dan air digunakan sebagai media menggantikan tanah dengan memanfaatkan lahan sempit. Teknik hidroponik layak dipertimbangkan untuk dimanfaatkan diatap rumah, pekarangan rumah maupun lahan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman cabai merah secara hidroponik dengan pemberian media dan nutrisi yang berbeda serta untuk mengetahui interaksi antara nutrisi dan media taman. Rancangan Percobaan pada penelitian ini terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu media yang terdiri dari M₁ (rockwool), M2 (sabut kelapa) dan faktor kedua yaitu nutrisi yang terdiri dari N₁ (ekstrak daun kelor 50% dan air cucian beras 50%), N₂ (ekstrak daun kelor 100%). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian, tinggi tanaman dan panjang akar pada media sabut kelapa dan ekstrak daun kelor 100% adalah 3,2 cm dan 2,70 cm; tinggi tanaman dan panjang akar pada media tanam sabuk kelapa dan nutrisi 50% air beras dan 50% ekstrak daun kelor adalah 3,03 cm dan 2,73 cm; tinggi tanaman dan panjang akar pada media tanam rocwoll dan nutrisi 50% air beras dan 50% ekstrak daun kelor adalah 2,95 cm dan 2,73 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan paling efektif untuk tinggi tanaman adalah M2N2 (perlakuan media sabut kelapa dan ekstrak daun kelor 100%) yakni 3,2 cm, sedangkan perlakuan paling efektif untuk panjang akar adalah M1N1 (perlakuan media rocwoll + air cucian beras dan ekstrak daun kelor 50% : 50% yakni 2, 95 cm.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alam, M. M., Hossain, M. A., Hossain, M. D.,Johir, M. A. H., Hossen, J., Rahman, M. S., Zhou, J. L., Hasan, A. T. M. K., Karmakar, A. ., & Ahmed, M. B. (2020). The potentiality of rice husk-derived activated carbon: From synthesis to application. Processes, 8(2): 203.

Alviani, P. (2015). Bertanam Hidroponik untuk Pemula. Jakarta: Bibit Publisher.

Anis Wahyuningsih, Sisca Fajriani dan Nurul Aini. (2016). “Komposisi Nutrisi dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Sistem Hidroponik”. Jurnal Produksi Tanaman. 4 (8.).

Asiah., M. Razi. 1., M. Khanif. Y., Marziah. M.,and Shaharuddin. M. (2004). Physical and Chemical Properties of Coconut Coir and Oil Palm Empty Fruit Bunch and The Growth of Hybrid Heat Tolerant Caulifower Plant. Pertanika J. Trop. Agric. Sci. 27(2): 121-131.

Fati R, Elfrida., dan Ekariana, S Pandia. (2019). Pengaruh Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Pertumbuhan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Jeumpa 6(2) : 287-293.

Hairudin, R., Yamin, M., & Riadi, A. (2018). Respon Pertumbuhan Tanaman Anggrek (Dendrobium Sp.) Pada Beberapa Konsentrasi Air Cucian Ikan Bandeng Dan Air Cucian Beras Secara in Vivo. Jurnal Perbal, 6(2), 23–29.

Krisnadi, A Dudi. (2015). Kelor Super Nutrisi. Blora : Pusat Informasi Dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia.

Lonardy, M.V. (2006). Respons Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Terhadap Suplai Senyawa Nitrogen Dari Sumber Berbeda Pada Sistem Hidroponik [Skripsi]. Palu: Universitas Tadulako.

Marita Karin Ismayanti. (2017). Pembuatan ZPT Sitokinin Alami Daun Kelor (Moringa oleifera L.). [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Rizkayanti, dkk. 2017. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Air dan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera LAM). J. Akad.Kim. 6 (2):125-131.

Roidah, Ida Syamsu. (2014) . Pemanfaatan Lahan dengan Menggunakan Sistem Hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo, 1(2).

Sesanti, R.N, dan Sismanto. 2016. Pertumbuhan dan Hasil Pakchoi (Brasicca rapa L) Pada Dua Sistem Hidroponik dan Empat Jenis Nutrisi. J Kelitbangan 4 (1): 15-30.

Suci, WS., Safruddin dan Deddy WP., (2019). Pengaruh Pemberian Ekstrak daun Kelor dan Nutrisi AB Mix terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) secara Hidroponik dengan Sistem Wick. Agricultural Research Journal 15(3) : 22-3.

Susanto, R. (2002). Penerapan Pertanian Organik. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.

Warohmah, M. (2017). Pengaruh pemberian dua jenis zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan seedling manggis (Garcinia mangostana L.). 1–54.

Wijaya, R., Hariono, B., & Saputra, T. W. (2020). Pengaruh Kadar Nutrisi dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bayam Merah (Alternanthera amoena voss) Sistem Hidroponik. Jurnal Ilmiah Inovasi, 20(1), 1–5.

Wijiyanti P., Hastuti E. D., Haryanti S. (2019). Pengaruh masa inkubasi pupuk dari air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.). Jurnal Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) 4(1): 21-28.

Yuliani, Y., Rusli, M. A., Samputri, S., Afiq, M. H., & ... (2021). Budidaya Hidroponik Perpaduan Wyck System dan Nutrient Film Technique (NFT) dengan Media Rockwool. Journal Lepa-Lepa 1, 112–117.

Zainudin. (2016). Syarat Tumbuh Tanaman Bayam. Agrotani.com Mitra Petani Indonesia. [Online]. https://www.agrotani.com/syarat-tumbuh-tanaman-bayam.

Downloads

Published

2023-10-23

Scite_ Smart Citation