KEANEKARAGAMAN SERANGGA (INSECTA) PADA TANAMAN PADI (Oriza sativa L.) DI AREAL PERSAWAHAN DESA OEBOBO, KECAMATAN BATUPUTIH, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

Authors

  • Venderius Talan Program Studi biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro
  • Mery Fahik Program Studi biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro
  • Sipora Petronela Telnoni

Keywords:

Keanekaragaman, Serangga, Padi, Desa Oebobo

Abstract

Keanekaragaman serangga pada areal persawahan memiliki dampak penting bagi kestabilan di dalam ekosistem sawah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifiasi keanekaragaman serangga di tiga titik sampling dengan tipe pertumbuhan yang berbeda di persawahan Desa Oebobo, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2023 di area persawahan. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan metode Purposive Sampling, dengan memilih tiga lokasi yang terdiri atas area petak sawah pada fase vegetatif , area petak sawah pada fase generatif dan area petak sawah yang ditanami dengan pisang dan bambu. Sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan metode jaring ayun (sweep sampling method) dan Metode Searching and Visual Control dan Hand Picking pada pagi, siang dan sore hari. Kehadiran serangga pada plot satu lebih tinggi yaitu sebanyak 17 spesies dengan 144 individu, sedangkan pada plot dua lebih rendah yaitu sebanyak 14 spesies dengan 116 individu, dan pada plot tiga yaitu sebanyak 13 spesies dengan 33 individu. Peranan serangga yang ditemukan pada persawahan yaitu sebagai hama, predator, polinator dan parasitoid. Indeks keanekaragaman (H') serangga pada plot penelitian termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang dengan nilai tertinggi pada plot 3 (2,448), nilai indeks keseragaman (E) serangga termasuk dalam kategori keseragaman tinggi dengan nilai indeksnya > 0,6 dan nilai indeks kekayaan jenis (R) serangga termasuk dalam kategori kekayaan tinggi dengan dengan nilai indeksnya 3,5-5,0.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amin M, Utojo, 2008. Komposisi dan Keragaman Jenis Plankton di Perairan Teluk Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Torani. 18 (2) : 129 – 135.

Barbour GM, Burk JK, Pitts WD, 1987. Terresterial Plant Ecology. New York. The Benyamin-Cummings Publishing Company, Inc.

Begon M, Harper JL, Townsend CR. 2006. Ecology, Population and Communities.

Borror DJ, Triplehorn CA, Johnson NF, 1992. Pengenalan Pengelolaan Hama Terpadu. Universitas Gajah Mada University. Yogyakarta

Hadi M, Udi T, Rully R, 2009. Biologi Insekta Entomologi. Graha Ilmu. Yogyakarta. Hadi M dan Aminah. 2012. Keragaman Serangga dan Perannya di Ekosistem Sawah. Jurnal Sains dan Matematika. Vol. 20 (3):54-57

Hill. D. S. 1997. The Economic Importance of Insects. Chapman and Hal. London. Weinheim. New York. Tokyo Melborne. Madras. 395p.

Pradhana RAI, Mudjiono G, Karindah S, 2014. Keanekaragaman Serangga Dan LabaLaba Pada Pertanaman Padi Organik dan Konvensional. Jurnal HPT, 2: 58- 66.

Saragih B, (2001). Keynote Address Ministers of Agriculture Government of Indonesia. 2nd National Workshop On Strengthening The Development And Use Of Hibrid Rice In Indonesia. 1:10

Siregar AS, Dharma B, Fatimah Z, 2014. Keanekaragaman Jenis Serangga Di Berbagai Tipe Lahan Sawah. Jurnal online Agroekoteknologi. Universitas Sumatera Utara. Medan. (2) (4):1640-1647.

Sunarno, 2010. Pengendalian Hayati (Biologi Control) Sebagai Salah Satu Komponen Pengendalian Hama Terpadu (Pht). Biotroika, 2: 55-60.

Suharto, 2007. Pengenalan dan Pengendalian Hama Tanaman Pangan. Andi Offset. Yogyakarta.

Tulung M, 2004. Sistim Peramalan Hama.Fakultas Pertanian Universitas sam Ratulangi Manado

Downloads

Published

2026-03-16

Scite_ Smart Citation