RESPONS PERTUMBUHAN VEGETATIF CABAI (Capsicum annuum L.) TERHADAP APLIKASI AIR CUCIAN BERAS PADA BERBAGAI KONSENTRASI DI KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG

Authors

  • Wehermina Sesin Program Studi biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro
  • HISREIDI FUNOME Program Studi biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Keywords:

Air Cucian Beras, Cabai, Pertumbuhan vegetatif, Pupuk Organik Cair

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons pertumbuhan vegetatif cabai (Capsicum annuum L.) terhadap aplikasi air cucian beras pada berbagai konsentrasi di Kecamatan Alak, Kota Kupang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu P0 (100% air bersih), P1 (25% air cucian beras + 75% air bersih), P2 (50% air cucian beras + 50% air bersih), dan P3 (100% air cucian beras). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi air cucian beras memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun cabai. Perlakuan P3 menghasilkan rata-rata tinggi tanaman tertinggi sebesar 21,55 ± 5,87 cm dan jumlah daun tertinggi sebesar 48,00 ± 10,39 helai. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman (F = 11,36; p = 0,002957) dan jumlah daun (F = 12,69; p = 0,002077). Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa perlakuan P3 berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya pada parameter tinggi tanaman, sedangkan pada parameter jumlah daun P3 tidak berbeda nyata dengan P2, tetapi berbeda nyata dengan P1 dan P0. Dengan demikian, aplikasi 100% air cucian beras (P3) merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif cabai dan berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair alternatif yang ramah lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Fahik, M., Funome, H., Eryah, H. P., & Musu, M. (2023). Pengaruh pemberian campuran cucian air beras dan air kelapa terhadap pertumbuhan tinggi batang tanaman tomat (Solanum lycopersicum). Flobamora Biological Journal, 2(1), 37–42.

Funome, H., Fahik, M., Telnoni, S. P., & Nenohaifeto, H. Y. (2023). Pengaruh pemberian campuran cucian air beras dan air kelapa pada pertumbuhan tanaman sawi (Brassica sinensis L.) di Kecamatan Maulafa Kelurahan Oepura. Flobamora Biological Journal, 2(3), 29–36.

Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1991). Physiology of crop plants. Iowa State University Press.

Havlin, J. L., Tisdale, S. L., Nelson, W. L., & Beaton, J. D. (2014). Soil fertility and fertilizers: An introduction to nutrient management (8th ed.). Pearson.

Marschner, P. (2012). Marschner’s mineral nutrition of higher plants (3rd ed.). Academic Press.

Rahmawati, E., & Sutrisno, B. (2019). Dampak penggunaan pupuk kimia terhadap kesuburan tanah dan lingkungan. Jurnal Ilmu Pertanian Tropika, 14(3), 101–109.

Siregar, R., Putri, D. A., & Yuliana, S. (2024). Pengaruh pupuk organik cair berbahan air cucian beras terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Jurnal Agroteknologi Tropika, 12(1), 45–53.

Taiz, L., Zeiger, E., Møller, I. M., & Murphy, A. (2015). Plant physiology and development (6th ed.). Sinauer Associates.

Wulandari, T., Aini, N., & Hidayati, S. (2022). Pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik cair untuk tanaman hortikultura. Jurnal Sains Pertanian, 10(4), 88–96.*

Published

2026-07-30

Scite_ Smart Citation