Kualitas Semen Cair Sapi Bali (Bos Sondaicus) dalam Pengencer Tris Kuning Telur dengan Penambahan Astaxanthin

Authors

  • Agustina Ximenes Universitas San Pedro
  • Sipora Petronela Telnoni Universitas San Pedro
  • Henri Pietherson Eryah Universitas San Pedro

Keywords:

Sapi Bali, Tris kuning-telur, Astaxhantin, Motilitas, Viabilita

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas semen cair sapi Bali (Bos sondaicus) yang dipreservasi dalam pengencer ringer laktat kuning telur dengan penambahan astaxhantin pada level konsentrasi berbeda. Semen segar sapi Bali ditampung menggunakan metode vagina buatan. Evaluasi makroskopis meliputi warna semen, pH, kekentalan, dan volume. Evaluasi mikroskopis meliputi konsentrasi gerakan massa, motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Hasil evaluasi terhadap semen segar sapi Bali yang memiliki nilai motilitas ≥ 70% dan abnormalitas ≤ 20% diencerkan dalam 4 perlakuan yaitu P1: TKT (100%), P1: TKT 100% + astaxanthin 0.025%, P3: TKT 100% + astaxanthin 0.050%, P4: TKT 100% + astaxanthin 0.075%. Semen cair setelah pengenceran dievaluasi terhadap motilitas spermatozoa, % viabilitas spermatozoa, dan % abnormalitas spermatozoa dan disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu 15 °C. Pengamatan dilakukan setiap 24 jam untuk melihat % motilitas spermatozoa, % viabilitas spermatozoa, dan % abnormalitas spermatozoa. Hasil evaluasi kualitas semen cair terhadap motilitas antara perlakukan terbaik yaitu pada kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.050% (P3) yaitu 50.15±14.13%. Viabilitas terbaik terdapat pada kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.050% (P3) yaitu 55.41±11.34% dan abormalitas terbaik terdapat kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.075% (P4) yaitu 1.17±0.27%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.050% (P3) sebagai pengencer terbaik yang dapat mempertahankan kualitas spermatozoa terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa. Selanjutnya, kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.075% (P4) adalah terbaik dalam mempertahankan abnormalitas spermatozoa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andrabi SM, Ansari MS, Ullah N, Anwar M, Mehmood A, Akhter S. Duck egg yolk in extender improves the freezability of buffalo bull spermatozoa. Anim Reprod Sci. 2008 Mar 3;104(2-4):427-33.

Anzar, M., Rajapaksha, Kosala, Boswall, Lyle., (2019). Egg Yolk-Free Cryopreservation of Bull Semen. PLoS ONE. 14(10) 1-18.

Hafez, E.S.E. 2000. Semen Evaluation. In Reproduction in Farm Animals. 7th ed. Lea and Febiger, Philadelphia.

Layek SS, Mohanty TK, Kumaresan A, Parks JE. (2016). Cryopreservation of Bull Semen: Evolution From Egg Yolk Based to Soybean Based Extenders. Anim Reprod Sci. 172: 1-9.

Mehmood, A., M. Anwar, & S. M. Saqlan-Naqvi. 2009. Motility, acrosome integrity, membrane integrity, and oocyte cleavage rate of sperm separated by swim-up or Percoll gradient method from frozen-thawed buffalo semen. Anim. Reprod. Sci. 111: 141–148.

Pamungkas, F. A. dan Anwar. (2013). Daya tahan hidup spermatozoa kambing Boer dalam pengencer tris kuning telur yang disimpan pada temperatur berbeda. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 1(12): 331 – 339.

Parkinson TJ dan Morrell JM. (2019) Artificial Insemination. Veterinary Reproduction and Obstetrics (Tenth Edition) pp. 746-777.

Santos JR, Amaral A, Sousa AP, Rodrigues AS, Martins L, Baptista M, Mota PC, Tavares R, Amaral R, Gamboa S. (2013). Probing the Structure and Function of Mammalian Sperm using Optical and Fluorescence Microscopy. (2013). Modern Research and Educational Topics in Microscopy, 394-402.

Toelihere, M. R. (1993). Inseminasi Buatan pada Ternak. Angkasa. Bandung. (2006). Pokok-pokok pikiran tentang perkembangan (bio) teknologi reproduksi di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang dalam menunjang pembangunan peternakan di Indonesia. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.membranes. Theriogenology. 38: 209- 222.

Ugur MR, Saber AA, Evans HC, Gilmore AA, Hitit M, Arifiantini RI, Purwantara B, Kaya A, Memili E. (2019). Advances in Cryopreservation of Bull Sperm. 1-15 (6). Frontiers in Veterinary Science.

Wiratri, V. D. B., T. Susilawati dan S. Wahyuningsih. (2014). Kualitas semen sapi Limousin pada pengencer yang berbeda selama pendinginan. Jurnal Ternak Tropika. 15(1): 13 – 20.

Zakir. M. I. (2010) Pengaruh perbandingan semen dengan pengencer campuran sari kacang hijau-sitrat dan lama penyimpanan terhadap daya hidup spermatozoa kambing Kacang (Capra hircus). Asing. 28(2): 156 – 161

Ximenes, A. (2021). Kualitas Spermatozoa Sapi Bali (Bos sondaicu) dalam Pengencer Tris Kuning Telur dengan Penambahan Astaxanthin (Skripsi). Kupang: Program Studi Biologi, Universitas San Pedro

Published

2022-04-01

Scite_ Smart Citation