Kualitas Semen Cair Sapi Bali (Bos Sondaicus) dalam Pengencer Tris Kuning Telur dengan Penambahan Astaxanthin
Keywords:
Sapi Bali, Tris kuning-telur, Astaxhantin, Motilitas, ViabilitaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas semen cair sapi Bali (Bos sondaicus) yang dipreservasi dalam pengencer ringer laktat kuning telur dengan penambahan astaxhantin pada level konsentrasi berbeda. Semen segar sapi Bali ditampung menggunakan metode vagina buatan. Evaluasi makroskopis meliputi warna semen, pH, kekentalan, dan volume. Evaluasi mikroskopis meliputi konsentrasi gerakan massa, motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Hasil evaluasi terhadap semen segar sapi Bali yang memiliki nilai motilitas ≥ 70% dan abnormalitas ≤ 20% diencerkan dalam 4 perlakuan yaitu P1: TKT (100%), P1: TKT 100% + astaxanthin 0.025%, P3: TKT 100% + astaxanthin 0.050%, P4: TKT 100% + astaxanthin 0.075%. Semen cair setelah pengenceran dievaluasi terhadap motilitas spermatozoa, % viabilitas spermatozoa, dan % abnormalitas spermatozoa dan disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu 15 °C. Pengamatan dilakukan setiap 24 jam untuk melihat % motilitas spermatozoa, % viabilitas spermatozoa, dan % abnormalitas spermatozoa. Hasil evaluasi kualitas semen cair terhadap motilitas antara perlakukan terbaik yaitu pada kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.050% (P3) yaitu 50.15±14.13%. Viabilitas terbaik terdapat pada kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.050% (P3) yaitu 55.41±11.34% dan abormalitas terbaik terdapat kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.075% (P4) yaitu 1.17±0.27%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.050% (P3) sebagai pengencer terbaik yang dapat mempertahankan kualitas spermatozoa terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa. Selanjutnya, kombinasi RL-KT dengan penambahan astaxanthin 0.075% (P4) adalah terbaik dalam mempertahankan abnormalitas spermatozoa.
Downloads
References
Andrabi SM, Ansari MS, Ullah N, Anwar M, Mehmood A, Akhter S. Duck egg yolk in extender improves the freezability of buffalo bull spermatozoa. Anim Reprod Sci. 2008 Mar 3;104(2-4):427-33.
Anzar, M., Rajapaksha, Kosala, Boswall, Lyle., (2019). Egg Yolk-Free Cryopreservation of Bull Semen. PLoS ONE. 14(10) 1-18.
Hafez, E.S.E. 2000. Semen Evaluation. In Reproduction in Farm Animals. 7th ed. Lea and Febiger, Philadelphia.
Layek SS, Mohanty TK, Kumaresan A, Parks JE. (2016). Cryopreservation of Bull Semen: Evolution From Egg Yolk Based to Soybean Based Extenders. Anim Reprod Sci. 172: 1-9.
Mehmood, A., M. Anwar, & S. M. Saqlan-Naqvi. 2009. Motility, acrosome integrity, membrane integrity, and oocyte cleavage rate of sperm separated by swim-up or Percoll gradient method from frozen-thawed buffalo semen. Anim. Reprod. Sci. 111: 141–148.
Pamungkas, F. A. dan Anwar. (2013). Daya tahan hidup spermatozoa kambing Boer dalam pengencer tris kuning telur yang disimpan pada temperatur berbeda. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 1(12): 331 – 339.
Parkinson TJ dan Morrell JM. (2019) Artificial Insemination. Veterinary Reproduction and Obstetrics (Tenth Edition) pp. 746-777.
Santos JR, Amaral A, Sousa AP, Rodrigues AS, Martins L, Baptista M, Mota PC, Tavares R, Amaral R, Gamboa S. (2013). Probing the Structure and Function of Mammalian Sperm using Optical and Fluorescence Microscopy. (2013). Modern Research and Educational Topics in Microscopy, 394-402.
Toelihere, M. R. (1993). Inseminasi Buatan pada Ternak. Angkasa. Bandung. (2006). Pokok-pokok pikiran tentang perkembangan (bio) teknologi reproduksi di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang dalam menunjang pembangunan peternakan di Indonesia. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.membranes. Theriogenology. 38: 209- 222.
Ugur MR, Saber AA, Evans HC, Gilmore AA, Hitit M, Arifiantini RI, Purwantara B, Kaya A, Memili E. (2019). Advances in Cryopreservation of Bull Sperm. 1-15 (6). Frontiers in Veterinary Science.
Wiratri, V. D. B., T. Susilawati dan S. Wahyuningsih. (2014). Kualitas semen sapi Limousin pada pengencer yang berbeda selama pendinginan. Jurnal Ternak Tropika. 15(1): 13 – 20.
Zakir. M. I. (2010) Pengaruh perbandingan semen dengan pengencer campuran sari kacang hijau-sitrat dan lama penyimpanan terhadap daya hidup spermatozoa kambing Kacang (Capra hircus). Asing. 28(2): 156 – 161
Ximenes, A. (2021). Kualitas Spermatozoa Sapi Bali (Bos sondaicu) dalam Pengencer Tris Kuning Telur dengan Penambahan Astaxanthin (Skripsi). Kupang: Program Studi Biologi, Universitas San Pedro
Downloads
Published
Scite_ Smart Citation
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Agustina Ximenes, Sipora Petronela Telnoni, Henri Pietherson Eryah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with the Flobamora Biological Journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work. (See The Effect of Open Access)









