CEMARAN MIKROBA PADA JAJANAN SALOME DI KOTA KUPANG

Authors

  • Henry Pietherson Eryah Program Studi biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro
  • Ewinda Isensi Feni Program Studi biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Keywords:

TPC, Media NA, Mikroba

Abstract

Mikroba yang tinggi pada salome dari pedagang S1, S2,S3, S5,S6 dan S7 kemungkinan disebabkan oleh tingkat sanitasi yang belum maksimal dikarenakan pedagang salome tersebut. Hal inilah yang terjadi disebabkan kurangnya kebersihan pada perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan, alat yangKandungan digunakan untuk mengambil salome masih kurang higienis, selain itu alat tersebut dipergunakan berulang kali dan disimpan pada ruang yang terbuka. Hal ini yang mengakibatkan masuknya mikroba pada salome tersebut karena ruang terbuka sehingga menyebabkan paparan langsung dengan udara dan debu sehingga mengakibatkan terjadinya kontaminasi mikroba di udara. Pengujian total jumlah cemaran mikroba bakso dilakukan dengan metode hitung Total Plate Count (TPC). Metode tuang merupakan metode yang umum digunakan untuk perkembangan koloni bakteri dalam proses pengujian TPC berdasarkan metode analisis mikrobiologi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Farah Fadhila, M., Endah Wahyuningsih, N., & Hanani D, Y. (2015). Hubungan

Higiene Sanitasi dengan Kualitas Bakteriologis Pada Alat Makan Pedagang di

Wilayah Sekitar Kampus UNDIP Tembalang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(3),

773. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/12740

Fitriani Fitriani, Said, N. S., & Syah, S. P. (2023). Identifikasi Cemaran Mikroba pada

Jajanan Bakso di Kota Majene. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani, 2(1), 22–36.

https://doi.org/10.55606/jurrih.v2i1.1330

Kemenkes RI. (2011). Permenkes RI No. 1096/Menkes/Per/ VI/2011 tentang

Higiene Sanitasi Jasaboga. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9),

1689–1699. https://peraturanpedia.id/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-

1096-menkes-per-vi-2011/

Kurniasih, R. P., & D, Y. H. (2015). Kontaminasi Bakteri Escherichia Coli Dalam

Makanan Di Warung Makan Sekitar Terminal Borobudur , Magelang. 3, 549–

558.

Liu, L. G., Zhou, X. Y., Lan, Z., Li, L., Li, Z., Chen, W., Wang, J. Y., & Zhang, L. J. (2016).

Salmonella Typhimurium outbreak associated with a contaminated food

container in a school in Sichuan Province, China. Epidemiology and Infection,

144(2), 285–290. https://doi.org/10.1017/S0950268815001387

McSwane, D. Z., Rue, N. R., & Linton, R. (2003). Essentials of Food Safety and

Sanitation (3rd ed). 440.

http://books.google.co.uk/books/about/Essentials_of_food_safety_and_sanita

tion.html?id=1JvK5I_OZoEC&pgis=1

Mehlhorn, H. (2016). Food-Borne Disease Burden Epidemiology Reference Group.

Encyclopedia of Parasitology, 1068–1069. https://doi.org/10.1007/978-3-662-

43978-4_3884

Muna, F., & Khariri. (2020). Bakteri Patogen Penyebab Foodborne Diseases.

Prosiding Seminar Nasional Biologi Di Era Pandemi Covid-19, September, 74–79.

http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/psb/

Osimani, A., Aquilanti, L., Tavoletti, S.,& Clementi, F.(2013). Evaluation ofthe HACCP

system in a university canteen: Microbiological monitoring and internal

auditing as verification tools. International Journal of Environmental Research

and Public Health, 10(4), 1572–1585.

https://doi.org/10.3390/ijerph10041572

Pratiwi, L. R. (2014). Hubungan Antara Personal Hygiene Dan Sanitasi Makanan

Dengan Kandungan E. Coli Pada Sambal Yang Disediakan Kantin Universitas

Negeri Semarang Tahun 2012. Unnes Journal of Public Health, 3(4), 17–26.

Ryan, U., Hijjawi, N., & Xiao, L. (2018). Foodborne cryptosporidiosis. International

Journal for Parasitology, 48(1), 1–12.

https://doi.org/10.1016/j.ijpara.2017.09.004

Saskiawan, I., Sukarminah, E., Lanti, I., Marta, H., & Nabila, P. (2017). Application of

Oyster Mushroom (Pleurotus spp.) Extract for Chicken Meat Storage at Room

Temperature (26oC). Jurnal Biologi Indonesia, 13(2), 279–288.

SNI 7388 : 2009. (2009). Batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan. Standar

Nasional Indonesia, 17.

Winarno, F. G. (1984). Kimia Pangan dan gizi. P.T. Gramedia.

https://books.google.co.id/books?id=_P4StAEACAAJ

Downloads

Published

2026-06-01

Scite_ Smart Citation