Perilaku Harian Burung Nuri Tanimbar (Eos Reticulata) di Penangkaran Oelsonbai Naioni, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur

Authors

  • Mery Fahik Universitas San Pedro
  • Sipora P. Telnoni Universitas San Pedro
  • Mario G. Doka Universitas San Pedro

Keywords:

Perilaku Harian, Nuri Tanimbar, Penangkaran

Abstract

Penelitian ini tentang Perilaku Harian Nuri Tanimbar (Eos Reticulata) Di Penangkaran Oelsonbai, Naoni, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan ditabulasi dalam diagram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa burung Nuri Tanimbar memiliki 4 perilaku utama, yaitu perilaku bergerak dengan rata-rata frekuensi relatif 30,7% dengan waktu relatif 3,33% yang terdiri dari aktivitas terbang,  berjalan, berkelahi dan menggelantung. Perilaku Diam memiliki rata-rata frekuensi relatif 15,3% dengan waktu relatif 3,33% terdiri dari aktivitas bertengger, istirahat dan berjemur. Perilaku ingestif memiliki rata-rata frekuensi relatif 15,3% dengan waktu relatif 3,33% yang terdiri dari aktivitas makan, minum dan membersihkan paruh.Perilaku kawin memiliki rata-rata frekuensi relative 23% dengan waktu relatif 3,70% yang terdiri dari  aktivitas mendekati betina, menyelisik dan bercumbu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Tande A. Tande Petronela S., Telnoni, & Fahik Mery. (2022). Manajemen penangkaran dan tingkah laku harian kura-kura leher ular rote (Chelodina mccordi) distasiun Penangkaran Oelsonbai Desa Naioni Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Flobamora Biological Jurnal. 1(2).

Takandjandji M, Kayat K., Nd, Gerson., Dan Njurumana. (2010). Perilaku Burung Bayan Sumba (Eclectus roratus cornelia bonaparte) Di Penangkaran Hambala, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam. 7(4): 357-369.

Takandjandji M, dan Mite Matilde. (2008). Perilaku Burung Beo Alor di Penangkaran Oilsonbai Nusa Tenggara Timur. Buletin Plasma Nutfah. 14(1):43-48.

Sawitri R., dan Takandjandji M. (2010). Pengelolaan dan Perilaku Burung Elang di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Sukabumi. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 7(3): 257-270.

Manik H., Warsono IU., Pattiselanno F. ( 2018). Pola Tingkah Laku Harian Burung Kasuari (Casuarius sp) Di Taman Burung Biak. Jurnal Ilmu Peternakan. 8(1): 34-39.

Fahik, Mery., Masy,ud, Burhanuddin., dan Hernowo, Jarwadi.(2018). Faktor penentu keberhasilan penangkaran burung kakatua sumba( Cacatua Sulphurea Citrinocristata, Fraser 1844). Media konservasi. 23(3): 210-215.

ProFauna Indonesia. 2013. Catatan ProFauna Indonesia tahun 2012:Perdagangan Satwa Langka Secara Online Semakin Marak. Artikel.17 (1).

Purnama, E. H. (2006). Perbandingan Perilaku Harian Pasangan Burung Tekukur (Streptopelia chinensis) dan Puter (Streptopelia bitorquata) di Penangkaran Dengan dan Tanpa Penambahan Cahaya pada Malam Hari [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Bradshaw, G.A. and Monica Engebretson.( 2013). Parrot Breeding And Keeping: The Impact of Capture And Captivity. United State of America: Animal and Society Institute.

Gitta, A., Burhanuddin M., dan Erna S. (2012). Aktivitas Harian dan Perilaku Makan Burung Kakatua-Kecil Jambul Kuning (Cacatua Sulphurea Sulphurea Gmelin, 1788) Di Penangkaran. Jurnal Media Konservasi. 17(1): 23 – 26.

Sudjana. (1992). Metode Statistika. Bandung: Penerbit Tarsito.

Published

2022-11-20

Scite_ Smart Citation