Bulan Suro dalam Perspektif Islam dan Tradisi Bulan Suro di Pulau Jawa

Authors

  • Za’farullah Jamaly UIN Walisongo Semarang

DOI:

https://doi.org/10.59632/leksikon.v2i1.194

Keywords:

Suro, Tradisi, Budaya, Islam, Indonesia

Abstract

Bulan Suro di Indonesia merupakan salah satu bulan dalam penanggalan Jawa yang memiliki makna dan nilai kultural yang mendalam. Diperingati pada bulan Muharram, Bulan Suro memiliki signifikansi tersendiri bagi masyarakat Jawa, terutama dalam konteks keagamaan dan budaya. Bulan Suro dianggap sebagai bulan yang penuh berkah dan keberuntungan. Masyarakat Jawa percaya bahwa Bulan Suro merupakan saat yang tepat untuk memulai kegiatan positif, seperti pernikahan, upacara keagamaan, dan usaha baru. Kebanyakan orang meyakini bahwa tindakan baik yang dilakukan selama Bulan Suro akan mendatangkan keberuntungan sepanjang tahun. Selain itu, Bulan Suro juga dihubungkan dengan tradisi-tradisi keagamaan, terutama dalam konteks Islam. Banyak umat Islam di Indonesia menggelar berbagai acara keagamaan seperti ziarah ke makam para wali, membaca Al-Qur'an, dan melaksanakan puasa sunnah. Bulan ini juga dianggap sebagai waktu yang baik untuk introspeksi diri dan meningkatkan kualitas spiritual. Selain aspek keagamaan, Bulan Suro juga memiliki nilai budaya yang kuat. Masyarakat Jawa sering mengadakan berbagai acara seni dan budaya, seperti wayang kulit, tari tradisional, dan pementasan drama. Hal ini bertujuan untuk memperkokoh identitas budaya dan melestarikan warisan nenek moyang. Namun, perlu diingat bahwa pemahaman dan penghayatan terhadap Bulan Suro dapat bervariasi di berbagai daerah di Indonesia. Meskipun umumnya dianggap sebagai bulan yang baik dan penuh

Downloads

Download data is not yet available.

References

Emi Fahrudi, & Jauharotina Alfadhilah. (2022). MAKNA SIMBOLIK “BULAN SURO” KENDURI DAN SELAMATAN DALAM TRADISI ISLAM JAWA. Journal Of Dakwah Management, 1(2), 187.

Haiza Nadia. (2023). Tradisi Pantangan Menikah Bulan Suro di Lenteng Sumenep Madura. JURNAL HUKUM DAN SYARIAH KONTEMPORER, 5(1), 6.

Japarudin, J. (2017). TRADISI BULAN MUHARAM DI INDONESIA. Tsaqofah Dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan Dan Sejarah Islam, 2(2), 168–171. https://doi.org/10.29300/ttjksi.v2i2.700

Masrukin Maghfur, & Ahmad Hafid Safrudin. (2023). Pantangan Melakukan Perkawinan Pada Bulan Suro di Masyarakat Adat Jawa Perspektif Hukum Islam. Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 4(2), 158–160.

Muhammad A Haris Sikumbang, Mahfudin Arif Ridho, & Aswan Lubis. (2023). Tradisi Upacara Satu Suro Di Tanah Jawa Dalam Pandangan Al-Qur’an. Journal Of Social Science Research, 3(2), 3–5.

Muhammad Hadi Prayitno, & Zamroni Ishaq. (2022). Larangan Menikah di Bulan Suro Perspektif Hukum Adat Jawa dan Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Ngampelrejo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban). JOSH: Journal of Sharia, 1(2), 175. https://doi.org/10.55352/josh.v1i2.166

Risma Aryanti, & Ashif Az Zafi. (2020). Tradisi Satu Suro Di Tanah Jawa Dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Keislaman Dan Kemasyarakatan, 4(2), 351–352.

Safera, D., & Huda, M. C. (2020). TRADISI SUROAN SEBAGAI TAPAK TILAS WALISONGO (STUDI DI DESA JATIREJO KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG). Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 3(1), 75. https://doi.org/10.31538/almada.v3i1.500

Tri Inda Fadhila Rahma, & Inayah Ardiah. (2023). Filosofi Tradisi Suroan (Culture Of Java) Di Desa Sidoerejo Kabupaten Langkat Sumatera Utara. 4(3), 2942.

Wiediharto, V. T., Ruja, I. N., & Purnomo, A. (2020). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Suran. Diakronika, 20(1), 18–19. https://doi.org/10.24036/diakronika/vol20-iss1/122

Published

02-04-2024

Scite_ Smart Citation

Dimensions Citation

How to Cite

Jamaly, Z. (2024). Bulan Suro dalam Perspektif Islam dan Tradisi Bulan Suro di Pulau Jawa. Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 2(1), 07–15. https://doi.org/10.59632/leksikon.v2i1.194