Peran Penugasan Jumat Ibadah terhadap Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa

Authors

  • Heykhel Ahmad Novaldi Ilham Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Isnadiah Nur Aini Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Lilis Setiyowati Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Asmaroni Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Ulfah Susilawati

DOI:

https://doi.org/10.59632/sjpp.v3i2.503

Keywords:

Penugasan Jumat Ibadah, Kepercayaan Diri Siswa, Self Confidence, Tanggung Jawab, Keagamaan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran Penugasan Jumat Ibadah sebagai kegiatan keagamaan terstruktur berbasis penugasan peran publik dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa di MTs Negeri Salatiga. Penugasan Jumat Ibadah melibatkan siswa secara bergilir sebagai pelaku utama kegiatan, seperti menjadi MC, memimpin pembacaan Yasin, tahlil, doa, dan menyampaikan kultum, sehingga memberi pengalaman langsung tampil di depan umum dalam konteks religius. Penelitian ini dilandasi asumsi bahwa pemberian tanggung jawab dan pengalaman keberhasilan (mastery experience) dapat memperkuat self-confidence siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru pembimbing dan siswa kelas VII–IX yang terlibat aktif dalam program tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum bertugas, sebagian besar siswa mengalami kecemasan, rasa takut, dan kurang percaya diri. Namun, setelah mengikuti penugasan secara berkelanjutan, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri yang nyata, terutama pada dimensi afektif (rasa lega, bangga, dan termotivasi), perilaku (kelancaran berbicara, stabilitas suara, dan keberanian tampil), serta kognitif (keyakinan terhadap kemampuan diri). Penugasan Jumat Ibadah terbukti berperan sebagai wahana pembelajaran berbasis pengalaman religius yang efektif dalam memperkuat self-efficacy siswa, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek latihan singkat dan pendampingan sistematis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustin, T. R. D. N. (2022). Students' Self-Efficacy in Public Speaking: A Case Study in Indonesian EFL Context. TLEMC Journal.

Al-Ghazali. (2005). Ihya’ ‘Ulum al-Din (Jilid 1–4). Beirut: Dar al-Fikr.

Arshad, T., & Uzair, Z. (2017). Self Esteem, Religiosity, and Psychological Adjustment Among University Students. PJPPRP, 8(1). https://doi.org/10.62663/pjpprp.v8i1.78

Aswidar. (2022). Pembinaan karakter religius melalui kegiatan keagamaan sekolah. Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 130–145.

Astrica. (2024). Lingkungan religius dan stabilitas emosional siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(1), 60–72.

Bandura, A. (1977). Self-efficacy: Toward a unifying theory of behavioral change. Psychological Review, 84(2), 191–215.

Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York: Freeman.

Bogdan, R., & Biklen, S. (1992). Qualitative Research for Education. Boston: Allyn & Bacon.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: Sage Publications.

Fiaji. (2023). Penguatan karakter religius melalui pembiasaan aktivitas ibadah. Jurnal Pendidikan Moral, 9(1), 22–35.

Ghufron, M. N., & Risnawati, R. (2010). Teori-Teori Psikologi. Ar-Ruzz Media.

Hartati, E. (2013). The Language Functions Used by Teachers... English Education Journal, 3(2), 87.

Haryanto. (2024). Self-efficacy dan keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 15(1), 40–55.

Helaluddin. (2020). Need Analysis of Academic Writing Teaching Model... Universal Journal of Educational Research, 5(10), 4728–4735.

Hidayat, M. (2022). Character education in Indonesia: How is it internalized and implemented? Journal UNY.

Ibni Mubarok. (2024). Pendidikan karakter religius dalam pembelajaran IPS di sekolah. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 90–102.

Kartikasari, R. (2023). Strengthening Students' Religious Character through Extracurricular Activities. Edunesia Journal.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2003). UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning. Prentice Hall.

Kvale, S. (1996). InterViews: An Introduction to Qualitative Research Interviewing. Sage Publications.

Lauster, P. (2012). Tes Kepribadian. Erlangga.

Lickona, T. (1991). Educating for Character. Bantam Books.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Sage Publications.

Maulidha, H. (2023). The Effectiveness of “Speak Up Now” Training: Vicarious Experience Method on Public Speaking Self-Efficacy of SMP Students. Repository Lintar Untar.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. Sage Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage Publications.

Mulyasa. (2013). Manajemen Pendidikan Karakter. PT Bumi Aksara.

Nurdini. (2023). Pengaruh pembiasaan religius terhadap efikasi diri siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 45–56.

Nurlaila. (2020). Pengaruh kegiatan keagamaan terhadap kepercayaan diri siswa. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 115–128.

Patton, M. Q. (2002). Qualitative Research & Evaluation Methods. Thousand Oaks: Sage Publications.

Prasongko. (2023). Program keagamaan sekolah berbasis penguatan karakter. Jurnal Pengabdian Pendidikan, 4(2), 110–120.

Rahayu, A. P. (2023). The Relationship of Extracurricular Activities with Students' Character Development. Al-Ishlah Journal.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara.

Saefullah. (2023). Integrasi nilai religius dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 20(1), 75–88.

Santrock, J. W. (2018). Educational Psychology. McGraw-Hill Education.

Saputra. (2024). Pengembangan instrumen karakter religius siswa. Jurnal Psikometri Pendidikan, 6(1), 1–14.

Saragih. (2023). Hubungan kepercayaan diri dengan perilaku moral siswa. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 12(2), 140–152.

Siboro, E. (2022). Exploring the Level of Students' Self-Efficacy Toward Their Speaking Ability.

Spradley, J. P. (1980). Participant Observation. Holt, Rinehart & Winston.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Wahyudi. (2019). Efektivitas kegiatan praktik dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 14(1), 45–56.

Published

31-12-2025

Scite_ Smart Citation

Dimensions Citation

How to Cite

Ilham, H. A. N., Aini, I. N., Setiyowati, L., Asmaroni, A., & Susilawati, U. (2025). Peran Penugasan Jumat Ibadah terhadap Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa. SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(2), 103–112. https://doi.org/10.59632/sjpp.v3i2.503